pamutu

pamutu
Headlines News :
Topics :

    Imformasi Seputar Batetangnga

    Imformasi Seputar Batetangnga

    Batetangnga

    Kanan, Rappoang, Biru, Penanian, Saleko,Passembaran, Galung, Pamutu, & Tallang bulawan

    SUDAH MURAH, PEMBELIPUN TIDAK ADA (BUAH LANGSAT)

    Sudah Murah, Pembelipun Tidak Ada "Buah Langsat"
    Batetangnga.. Sudah beberapa bulan ini masyarakat Desa Batetangnga yang ingin manjat buah langsatnya untuk dijual dipedagangn harus mengurung niatnya karena kurangnya pedagang langsat yang masuk membeli, satu hari sebelum manjat harus cepat mendaftar peti langsat (patti) karena kalau tidak cepat maka tidak akan kebagian peti langsat.. 16/03/2015

    Setiap hari buah langsat semakin turun harganya, untuk harga hari ini Senin 16/03/2015 Rp. 1500 dan harga tersebut masih akan turun, banyak para petani tak menyesalkan jika harga buah langsat turun karena mereka mengetahui jika musim buah langsat tahun ini mendunia, eee maksunya serentak dengan daerah - daerah lain, yang paling mengecewakan oleh petani adalah tidak adanya pembeli buah langsat atau pedagan langsat.

    Disisi lain ada juga petani sangat dirugikan dengan semakin hari harga buah langsat merosot karena mereka pembeli buah yang masih ada dipohonnya (panggalli lolok). ada juga petani mengatakan jikalau harga buah langsat terus turun maka sebaiknya kita ajak orang kota datang makan lansat (dipangundanganni) dari pada buah langsat berjatuhan mending undang orang kota asalkan dia yang manjat dan meskipun kita manjat kemudian dijual dengan harga murah maka pemilik buah langsat akan mengganti rugi, contoh, kalau harga buah langsat 1000, pemanjat 500, pengangkut 200, yaaa maka sipemilik langsat dapat 300 + dikasih makan pemanjat/pengangkut .. tutur sebagian para petani..

    Tim Imformasi Seputar Batetangnga

    Desaku, Batetangnga Dan Masyarakatnya

    Oleh : Bustamin (Fb. Bustamin-Tato)

    Semua orang pasti memiliki yang nama kampong halaman (tempat kelahiran) termasuk penulis. kali ini, dalam cerita ini, saya pun akan menceritakan sedikit tentang sebuah desa dimana saya dan saudara-saudara saya dilahirkan dan dibesarkan dengan suasana kekeluargaan, dan kebersamaan. Desa batetangnga, itulah nama sebuah desa yang tidak jauh dari kota polewali sebagai ibudaerah kecamatan polewali mandar. Suasan yang nyaman, masyarakat religious tergambar melalui ritual-ritual keagamaan berbeda dengan desa-desa lain misalnya, acara kematian atau dalam bahasa ibunya “ma’bongi”.

    Acara kematian atau ma’bongi, ini dilaksanakan ketika ada salah satu keluarga atau masyarakat di desa yang meninggal dunia, dan adat ini dilaksanakan 3 kali sampai malam ke 100 dari waktu kematiannya. Adat inilah yang membedakan dengan desa-desa lain yang mungkin hanya 1 hari saja dalam pelaksanaan adat duka “acara kematian”. Acara ini bukan hanya menyampaikan satu isyarat duka yang mendalam setelah ditinggalkan seoarang kerabat, saudara, dan keluarga yang sangat dicintainya namun, kekeluargaan, dan panggilan moral sebagai seorang manusia yang hidup dalam satu desa yang menjungjung tinggi nilai persaudaraan, tenggang rasa yang sangat tinggi, satu meninggal maka yang lainnya berkumpul (melayat) turut berduka dan saling membantu baik dalam bentuk do’a, maupun dalam bentuk material (beras, uang, kain, tenanga, dan air mata) sebagai bentuk solidaritas yang sangat tinggi sebagai seorang manusia yang bersosial.

    Masyarakat atau sosial, dengan penyampaian secara teoritik mungkin akan berbeda dengan situasi yang terjadi desa batetangnga ini, masyarakat batetangnga yang secara pengetahuan tentang hidup satu asa sebagai manusia tidak lahir dari tebalnya buku tentang social masyarakat, bukan terlahir dari suatu paksaan penguasa yang otoriter tetapi, itu semua terlahir dari adat tempo doloe “nenek moyang” masyarakat batetangnga yang telah menurunkann rasa persaudaraan yang tinggi sampai sekarang. Adat istiadat masyarakat pemula dipertahankan dan dipelihara oleh generasi masa depan. Mungkin agak aneh, dan sangat tidak masuk akal untuk mempertahankan budaya lama, dan itu muncul dalam benak fikiran saya. Dengan proses dialektika dimana suatu keadaan akan mengalami perubahan negasi ke negasi masih tak terbantahkan. Dalam masyarakat batetangnga yang dulunya menjungjung tinggi persaudaraan, kini mulai tergeser oleh perkembangan dunia yang tak terbentuk arus hegemoniknya. Perkenalan akan teknologi (internet dan media elektronik lainnya seperti HP, dan dunia gadgetnya) telah menggeser dengan cepat budaya lama menuju pada budaya konsumerisme, seremonial dan segala bentuk aromah pasar bebas.

    Desa yang dulunya religious, ber-masyarakat (menjungjung tinggi persaudaraan) kini telah jauh dari aromah persaudaraan, individualism telah di nomor satukan. Dan kesibukan yang kompotitif diperlihatkan, itulah warnah desaku sekarang desa wisata nan elok.
    Sekian dari saya!

    Ikatan Pemuda Rappoang (IPR) Mengadakan Kegiatan Yasinan


    Rappoang, 11 Desember 2014.
    Kegiatan yasinan yang diselenggarakan kali ini bukan yang baru pertama kalinya tapi sudah lama dilaksanakan karena kegiatan ini sudah menjadi Program Kerja (PROKER) mingguan dalam kegiatan tersebut.


    Kegiatan yang dilaksanakan Kali ini dirumah Hasbi. S.Pd.I di Rapoang berlangsung dengan sangat meriah yang dihadiri bukan hanya pemuda yang bergabung dalam kegiatan tersebut tapi juga dihadiri oleh berbagai tokoh-tokoh masyarakat.

    Kegiatan yang diawali oleh kegiatan yasinan ba’da isya dan dilanjutkan oleh diskusi-diskusi tentang kinerja dan evaluasi pembangunan kedepan organisasi ikatan pemuda Rappoang (IPR) berlangsung dengan hangat dan sangat sesuai dengan harapan dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah  Tangga (AD/ART).
    Menurut Supirman yang menjadi Ketua IPR mengatakan bahwa “tujuan dari pada kegiatan yasinan ini bukan hanya sekedar untuk menjalankan kewajiban kita selaku ummat islam dan mamfaat dari keistimewaan surat yasin tapi Yasinan ini dilaksanakan juga untuk membangun persatuan ditingkat Pemuda dan organisasi yang kita gerakkan dan kalaupun ada masalah yang muncul dalam internal organisasi IPR itu bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan metoda yang baik-baik sehingga kita bisa menjadi generasi yang bermamfaat bagi nusa dan bangsa”  tutur supirman disela-sela memimpin tapat.
     
    Dalam kegiatan tersebut juga banyaknya usulan-usulan tentang program-program kedepanya yang menjadi Targer IPR untuk bisa dilaksanakan, seperti menyambut tahun baru dan kegiatan-kegiatan yang lain yang dianggap penting karena dianggap banyaknya moment-moment penting yang dianggap terlewatkan dengan manis begitu saja yang seharusnya IPR bisa mengelola dengan baik.

    kegiatan yasinan ini yang dilaksanakan oleH IPR ini sangat disambut meriah dan gembira oleh masyarakat, khususnya masyarakat Dusun Rappoang yang menilai kegiatan ini adalah sebuah langka maju bagi gerakan Pemuda yang diharapkan bisa membuat sebuah gerakan yang bermamfaat bagi masyarakat dan dirinya. Dalam kesempatan berbahagia juga keluarga yang ditempati mengadakan kegiatan tersebut mengucapkan banyak terimah kasih dan harapanya kepada IPR kegaitan tersebut bisa terus dilaksanakan yang bukan hanya yasinan tapi juga kegiatan-kegiatan yang positif lainya.

    Sungai yang menyambungkan Antara Desa Batetangnga dan S. Binuang kembali Meluap



    fhoto ini diambil di jln turun ke sungai oleh Taming (anggt FKSP dan sekaligus warga penanian) 


    Penanian 30, 11 2014
    Sungai yang menyambungkan antara desa batetangnga dan desa ammassangan meluap
    Setelah musim kemarau yang berkepanjangan kini batetangnga berganti musim menjadi musim hujam terbukti dalam beberapa minggu terakhir wilayah penanian dan sekitarnya masih saja tetap diguyur hujan.

    Sekitar Pada jam 15:30 ada segerombolan anak-anak yang sedang asyik-asyiknya mandi disungai yang sudah dibangun tanggul penghalang banjir yang dikerjakan oleh pemerintah dibagian penanian, tiba-tiba meluap, tiba-tiba sungai menguap mobil merah yang sempat lalu lalang mengambil crikil dan pasir disungai penanian dan anak-anak yang sempat mandi disungai langsung berlarian karena melihat luapan air yang sangat besar dan cepat

    diambil dijembatan Oleh sawir
    Air yang sangat cepat tersebut meskipun tidak menghasilkan korban namun dipastikan tanggul yang baru saja jadi tersebut mengalami gesekan tempat dan semakin turunya tanggul tersebut karena hembusan air yang sangat cepat dan keras sejauh ini tim yang sempat mengunjungi tempat tersebut air sudah naik Diperkirakan setinggi 3 sampai 5 meter yang meskipun air tersebut belum masuk ke halaman rumah tapi dikhawatirkan ada luapan susulan. Hal ini yang masih menjadi perhatian warga yang ada dipenanian.

    Kekhawatiran tersebut karena memang kalau berkaca masa lalu setiap masuk musim hujan penanian pasti diguyur banjir

    PERTUKARAN PEMUDA Tiba di Desa Batetangnga

    Batetangnga, 04 Nopember 2014
    Penjemputan pertukaran pemuda
    Sumber photo : suardi (ketua umum LPB)

    Kedatangan para pemuda yang berasal dari Bali, DKI Jakarta dan jambi tiba pada pukul 14.54 sore, selasa 04 Nopember 204 di Desa Batetangnga sebanyak 20 orang dari tiga Provinsi tersebut, setelah tibah di Desa Batetangnga di sambut oleh kepala bidang pemuda dan olah raga serta ibu camat Binuang dan kapala Desa Batetangnga di depan pintu Gerbang Desa Batetangnga.

    Setelah diterimah oleh kepala bidang pemuda dan olah raga, ibu camat Binuang dan kapala Desa Batetangnga kemudian mereka akan berjalan bersama - sama untuk menuju ke kantor Desa Batetangnga karena Wakil Bupati Polewali Mandar beserta para tokoh Adat yang ada di Desa Batetangnga juga sedang menunggu untuk kemudian mengalunkan sarung lipa Sa’be kepada pemuda tersebut.

    Dalam perjalanan menuju ke kantor Desa Batetangnga ada Propesi Adat yang dilakukan oleh Lintas Pemuda Batetangnga (LPB) dengan menampilkan tarian Eran Batu dengan sederhana kemudian mereka harus meminum air manyang manis dan gelasnya terbuat dari bambu, setelah propesi Adat sudah dilakukan kemudian mereka berjalan dengan di iringi marcing band dari Pondok pesantren DDI Kanang dan dilanjutkan oleh iringan rabana, dalam perjalanan ke kantor Desa Batetangnga jalan mangondang ramai dengan masyarakat untuk sejenak mereka mau melihat bagaimana cantik dan gagahnya pemuda tersebut, setibahnya dikantor Desa disambut oleh pukulan beduk cilik dari Dusun Biru serta ratusan orang mulai dari tokoh Adat, Agama, Ibu PKK, Pendidik, Pemuda serta masyarakat di sekitar Kantor Desa Batetangnga dan juga Wakil Bupati Polewali Mandar.

    Ketika memasuki komplek kantor Desa Batetangnga Wakil Bupati Polewali Mandar menggalungkan sarung lipa sa’be kepada pemuda tersebut dan kemudian mereka dipersilakan duduk yang sudah dipesiapkan oleh panitia pelaksana, setalah penyerahan dan penerimaan oleh Wakil Bupati kepada kepala Desa Batetangnga dan mereka sudah dinyatakan mereka kini bahagian dari Desa Batetangnga, setelah penyerahan kemudian pembagian rumah yang akan mereka tempati tinggal selama 25 hari dan ada 5 rumah yang sudah ditunjuk oleh penitia pelaksana diantaranya rumah kediaman kapala Desa, kediaman Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga Polewali Mandar di Dusun Lumalan, kediaman Papa Resa di Dusun Biru, kediaman almarhum bapak sulaiman di Pekkabata dan satunya ada di Rappoang Jalan KNPI Dekat Pasar Kanang..

    Saat kami konfirmasi kepada panitia pelaksana dari provinsi mengtakan kalau tujuan kedatangan para pemuda tersebut hanya sebatas mau melihat kebudayaan yang ada di Polewali Mandar tapi kami akan tetap berkomunikasi dengan para pemuda tersebut untuk program nantinya gimana. Tutur salah satu panitia pelaksana dari provinsi.
     

    Lintas Pemuda Batetangnga

    Lintas Pemuda Batetangnga
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Imformasi Seputar Batetangnga - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger