Sedikit mau cerita masalah wisata...
Dua hari lalu aku di ajak teman ke salah satu wisata pantai yang ada di polewali mandar, namanya Pantai Mampie. saat tibah di sana aku melihat pilah-pilah berjejer rapi dengan hiasan warna warni dari cet, setelah lama menghayati keindahan pantai aku berpindah tempat untuk mencari minuman untuk melepas dahagaku..
bu aku pesan minuman dinginnya..? harganya berapa..??
7000 (tujuh ribu rupiah) nak..
setelah kubayar aku langsung merenung, seandainya di Desa Batetangnga Wisata betul - betul di kelola banyak yang akan di untungkan termasuk ibu - ibu karena minuman yang biasanya kita minum di rumah lebih mahal harganya jika berada di permandian, contohnya yang aku beli tadi sama si ibu itu, harganya klu di warung atau kita beli sendiri hanya 2000 saja..
setelah lama duduk-duduk di pilah aku melihat teman lama dan langsung menyapanya, namanya Yusri teman kuliah di UNASMAN dan kebetulan dia salah satu pengurus wisata pantai mampie.. setelah lama bincang-bincang tentang masa lalu (nostalgia) di kampus aku langsung menanyakan..
- yus.. hasil perbulan dari pantai mampie ini biasanya dapat berapa..??
- tidak menentu wan.. biasanya dapat 3 juta/bulan tapi jika hari libur seperti setelah hari raya bisa melebihi dari 3 juta..
- hasilnya kalian apakan..??
- hasilnya kami bagi dengan pemerintah setempat dan membayar pajak dan sisanya untuk kami dan ada juga untuk kami gunakan memperbaiki yang masih butuh pembenahan wisata ini..
- hebat kau yus.. kalau ibu-ibu yang menjual di sini kalian kenakan pajak juga yaaa..??
- tidak lahhh.. kita kan harus bagi-bagi rejeki doong wan..
- betull yuss..(sambil tertawa)
coba kita renungkan jika desa batetangnga dapat dikelola dengan baik kami yakin banyak yang akan di untungkan apalagi permandian biru sudah lama di kenal di banding dengan tempat-tempat wisata lainya
kita tidak tau siapa yang salah dalam hal ini, yang jelasnya kita sebagai masyarakat desa batetangnga betul-betul berpikir demi kemajuan desa batetangnga..
bukankah jika banyak pengunjung yang masuk pastinya akan melihat perkampungan bahasa inggris (LEON-CS), mungkin bisa menjadi salah satu ajang propoganda..
Dua hari lalu aku di ajak teman ke salah satu wisata pantai yang ada di polewali mandar, namanya Pantai Mampie. saat tibah di sana aku melihat pilah-pilah berjejer rapi dengan hiasan warna warni dari cet, setelah lama menghayati keindahan pantai aku berpindah tempat untuk mencari minuman untuk melepas dahagaku..
bu aku pesan minuman dinginnya..? harganya berapa..??
7000 (tujuh ribu rupiah) nak..
setelah kubayar aku langsung merenung, seandainya di Desa Batetangnga Wisata betul - betul di kelola banyak yang akan di untungkan termasuk ibu - ibu karena minuman yang biasanya kita minum di rumah lebih mahal harganya jika berada di permandian, contohnya yang aku beli tadi sama si ibu itu, harganya klu di warung atau kita beli sendiri hanya 2000 saja..
setelah lama duduk-duduk di pilah aku melihat teman lama dan langsung menyapanya, namanya Yusri teman kuliah di UNASMAN dan kebetulan dia salah satu pengurus wisata pantai mampie.. setelah lama bincang-bincang tentang masa lalu (nostalgia) di kampus aku langsung menanyakan..
- yus.. hasil perbulan dari pantai mampie ini biasanya dapat berapa..??
- tidak menentu wan.. biasanya dapat 3 juta/bulan tapi jika hari libur seperti setelah hari raya bisa melebihi dari 3 juta..
- hasilnya kalian apakan..??
- hasilnya kami bagi dengan pemerintah setempat dan membayar pajak dan sisanya untuk kami dan ada juga untuk kami gunakan memperbaiki yang masih butuh pembenahan wisata ini..
- hebat kau yus.. kalau ibu-ibu yang menjual di sini kalian kenakan pajak juga yaaa..??
- tidak lahhh.. kita kan harus bagi-bagi rejeki doong wan..
- betull yuss..(sambil tertawa)
coba kita renungkan jika desa batetangnga dapat dikelola dengan baik kami yakin banyak yang akan di untungkan apalagi permandian biru sudah lama di kenal di banding dengan tempat-tempat wisata lainya
kita tidak tau siapa yang salah dalam hal ini, yang jelasnya kita sebagai masyarakat desa batetangnga betul-betul berpikir demi kemajuan desa batetangnga..
bukankah jika banyak pengunjung yang masuk pastinya akan melihat perkampungan bahasa inggris (LEON-CS), mungkin bisa menjadi salah satu ajang propoganda..






