pamutu

pamutu
Headlines News :
Topics :

    Imformasi Seputar Batetangnga

    Imformasi Seputar Batetangnga

    Batetangnga

    Kanan, Rappoang, Biru, Penanian, Saleko,Passembaran, Galung, Pamutu, & Tallang bulawan
    Showing posts with label AKADEMIKA. Show all posts
    Showing posts with label AKADEMIKA. Show all posts

    warga Batetangnga/Kanang : dua Jempol Untuk KKN UNASMAN (Ramah-tamah KKN Unasman)

    Imformasi seputar Batetangnga
    Batetangnga, 30/09/14
    MALAM RAMAH TAMAH UNASMAN XXVI
    Kuliah kerja nyata yang biasa disingkat sebagai KKN  adalalah sebuah keharusan dalam mengejar penyelesaian SKS dan bertujuan sebagai penuangan teori dari kampuz yang ingin di implementasikan didalam ranah sosial, dikirim ke sebuah wilayah untuk mengabdi dan belajar bagaimana berhadapan dengan masyarakat.

    Tepat pada tanggal 18 Agustus 2014 Rombongan KKN Unasman tiba Didesa Batetangnga yang sebelumnya sempat diterima DiKantor Camat Kec. Binuang, rombongan KKN ini yang di Didampingi Langsung Oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Abdul Latif SH.I. M.Pd bersama dengan 10 Anggota KKN Unasman diterima masyarakat Dikantor Desa Batetangnga dengan sangat gembira.
    Tak terasa 45 hari berkiprah di Desa Batetangga maka tibalah waktunya KKN harus kembali lagi Kekampuz untuk melanjutkan study demi untuk mendapatkan sebuah gelar akademik di acara ramah tamah yang dihadiri oleh Berbagai Elemen mulai dari pemerintah desa, civika akademi unasman, tokoh agama, PKK, tokoh adat,  pemuda dan mahasiswa. Dalam sambutan tersebut bapak Kepala Desa Batetangnga Mengatakan “selama ada KKN di wilayah batetangnga belum ada yang mampu menandingi kehebatan Anak-anak yang dibawa asuhan yayasan Unasman karena mereka mampu membuat sebuah terobosan baru kaya ide dan mampu bekerja melaksanakan kerja dengan sangat maksimal” tutur Sumaila Damang Ka.Desa Batetangnga sembari tersenyum-senyum manis. Dan tak lupa juga mengucapkan permohonan maaf kalau dalam wilayah kami ada yang kurang berkenaan dihati anggota KKN

    Dikesempatan yang sama juga disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Abdul. Latif S.H.I  M.Pd “atas nama keluarga besar Unasman mengucapkan terimah kasih atas kebaikan dan ke ikhlasan masyarakat batetangnga karena disambut baik Di desa ini dan ucapan permohonan maaf yg sedalam-dalamnya kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh Anak didik kami” ucap Dosen Pembimbing Lapangan dalam sambutanya dan beliau juga mengatakan “sangat berbahagia karena selama ini keluhan dari para KKN unasman selama mereka Ber-KKN diunasman semua adem-adem saja lancar seperti yang diharapkan tidak ada hal yang substansial penghalang dalam Pelaksanaan Kegiatan Mereka ber-KKN disini” begitu juga ketika Kordes (koordinator Desa) Alif menyampaikan dalam sambutanya “sangat bersyukur sekali ber KKN Di Batetangnga karena berkat support dan masukan dan bantuan kepada kami sehingga kami sangat mudah dalam menjalankan Program-program Kami gg ada kekurangan sama skali selama kami disini bahkan pengalaman sangat banyak kami jumpai disini tak terhitung banyaknya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu”

    Begitu juga ketika Tim Imformasi seputar Batetangnga sempat mewancarai Pa. Usman di tempat yang barbeda mengatakan “saya sangat salut Kepada Unasman karena baru KKN unasman yang bisa menembus Wilayah Pamu’tu dan Tallang Bulawan, memang ada si dari kampus lain yang sampai ke Pamu’tu tapi hanya satu, dua kali kesana , untuk tahun ini KKN  memang beda dari sebelumnya mereka mampu menembus kampung terjauh di wilayah kami seperti Pamu’tu dan tallang Bulawan yang klu ditaksir menghabiskan waktu 3 -4 jam perjalanan, dua jempol untuk KKN Unasman” tutur pa.Usman Sembari mengangkat kedua jari jempolx  kepada wartawan Imformasi Seputar Batetangnga. Pa. Usman  yang bukan hanya Guru di wilayah Pamu’tu tapi juga Tokoh yang sangat dihargai di desa tersebut.

    Ka. Dusun Tallang Bulawan yang sekaligus juga sebagai kepala sekolah Di Mis tallang Bulawan Mengatakan “sangat senang dengan kehadiran KKN Unasman tersebut karena disamping juga mereka rajin mengunjungi dusun kami mereka juga banyak memberikan imformasi-imformasi dunia akademik yang  sangat dibutuhkan oleh warga dan ini yang pertama kalinya KKN sampai Di Tallang Bulawan mungkin karena terlalu jauh dan medan untuk mencapai wilayah tersebut sangat sukar, tp unasman mampu sampai ke kampung kami dan warga sangat mensyukuri, sayang waktunya terlalu sedikit hanya 45 hari sehingga kita juga harus berpisah dengan KKN Unasman” tutur syarifuddin disela-sela Penyerahan Hadiah Oleh Unasman yang seligus juga Kepala sekolah Mis Tallang bulawan sebagai Juara Umum lomba yang diadakan Oleh KKN.

    Pertemuan selalu diselipkan dengan kata perpisahan dan mungkin perpisahan adalah langkah untuk menuju pertemuan kembali, untuk unasman kami dari semua keluarga Batetangnga Mengucapkan terimah kasih atas pengabdian kalian selama ber KKN di Wilayah Kami, itulah kalimat penutup yang disampaikan Pa’Usman Dimalam ramah tamah KKN Unasman.

    Oleh

    PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA



    Leon CS (perkampungan Bhs Inggris) dilirik Oleh Rektor UNSULBAR


    Oleh : Zainuddin Losi

    Perkampungan Bahasa Inggris di desa Batetangnga menarik perhatian Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Dr. Ir. Aksan Jalaluddin, MS., ketika Beliau mengunjungi mahasiswa KKN Unsulbar Gel.2, belum lama ini. Itulah sebabnya, Beliau sering menyinggung Perkampungan Bahasa Inggris ini dalam beberapa meeting (seperti rapat-rapat, Penerimaan KKN Gel.2, Pembekalan KKN Gel.3, dan beberapa pertemuan informal lainnya).

    Dalam meeting tersebut, Beliau kerap mengemukakan kekecewaannya sebab yang paling banyak mengikut program KKN Unsulbar Gel.2 adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris tetapi tidak satu pun memilih dan atau ditempatkan di desa Batetangnga. Sayang sekali ya…

    Oleh karena itu, Rektor mengusulkan supaya Desa Batetangnga diprioritaskan untuk diisi oleh sebagian mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris (BI) pada KKN Unsulbar gelombang berikutnya. Berkenaan dengan hal itu, saya juga mengusulkan bahwa, untuk sementara, semua mahasiswa KKN Unsulbar (special for Desa Batetangnga) seharusnya berasal dari jurusan BI saja. Mungkin ini agak ekstrim ya…

    Usulan saya selanjutnya adalah mahasiswa KKN (khusus jurusan BI) yang berlokasi di Desa Batetangnga sebaiknya tidak ditempatkan rumah Kades tetapi di asrama yang dikelola LEON-CS. Teknisnya: untuk mahasiswa perempuan, di asrama perempuan dan, untuk mahasiswa laki-laki, di asrama laki-laki.
    Usulan ini nampaknya disambut baik oleh teman-teman dosen, khususnya dosen BI. Selain KKN, jurusan BI juga punya program lain, yaitu PPL. Kemungkinan PPL (khusus jurusan BI) juga akan memilih lokasi Perkampungan Bahasa Inggris di desa Batetangnga. Meskipun begitu, rencana ini sebenarnya bisa jalan jika pihak LEON-CS, sebagai pengelola Perkampungan Bahasa Inggris, menyetujuinya.

    Namun, berdasarkan hasil rapat, Unsulbar untuk sementara tidak memilih kecamatan Binuang sebagai lokasi KKN Gel.3. Ini bermakna Desa Batetangnga tidak menjadi lokasi KKN Unsulbar Gel.3. Insya Allah, KKN Unsulbar Gel.3* akan dilepas oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 16 February 2014, di Majene.

    Dengan demikian, usulan di atas mungkin akan terealisasi pada KKN Unsulbar Gel.4 atau gelombang selanjutnya. Itupun jika LEON-CS setuju. Bukan begitu?

    *Unsulbar dalam hal ini P2KKN telah memutuskan bekerja sama dengan program pemberdayaan masyarakat, “Bangun Mandar”, yang disponsori oleh Pemprov Sulbar dengan nilai milyaran rupiah, sehingga keluhan kesulitan dana dari mahasiswa KKN Unsulbar Gel.2 dalam rangka membiayai program kerjanya kemungkinan besar bisa diatasi...
    Oleh : Zainuddin Losi

    Perkampungan Bahasa Inggris di desa Batetangnga menarik perhatian Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Dr. Ir. Aksan Jalaluddin, MS., ketika Beliau mengunjungi mahasiswa KKN Unsulbar Gel.2, belum lama ini. Itulah sebabnya, Beliau sering menyinggung Perkampungan Bahasa Inggris ini dalam beberapa meeting (seperti rapat-rapat, Penerimaan KKN Gel.2, Pembekalan KKN Gel.3, dan beberapa pertemuan informal lainnya).

    Dalam meeting tersebut, Beliau kerap mengemukakan kekecewaannya sebab yang paling banyak mengikut program KKN Unsulbar Gel.2 adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris tetapi tidak satu pun memilih dan atau ditempatkan di desa Batetangnga. Sayang sekali ya…

    Oleh karena itu, Rektor mengusulkan supaya Desa Batetangnga diprioritaskan untuk diisi oleh sebagian mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris (BI) pada KKN Unsulbar gelombang berikutnya. Berkenaan dengan hal itu, saya juga mengusulkan bahwa, untuk sementara, semua mahasiswa KKN Unsulbar (special for Desa Batetangnga) seharusnya berasal dari jurusan BI saja. Mungkin ini agak ekstrim ya…

    Usulan saya selanjutnya adalah mahasiswa KKN (khusus jurusan BI) yang berlokasi di Desa Batetangnga sebaiknya tidak ditempatkan rumah Kades tetapi di asrama yang dikelola LEON-CS. Teknisnya: untuk mahasiswa perempuan, di asrama perempuan dan, untuk mahasiswa laki-laki, di asrama laki-laki.
    Usulan ini nampaknya disambut baik oleh teman-teman dosen, khususnya dosen BI. Selain KKN, jurusan BI juga punya program lain, yaitu PPL. Kemungkinan PPL (khusus jurusan BI) juga akan memilih lokasi Perkampungan Bahasa Inggris di desa Batetangnga. Meskipun begitu, rencana ini sebenarnya bisa jalan jika pihak LEON-CS, sebagai pengelola Perkampungan Bahasa Inggris, menyetujuinya.

    Namun, berdasarkan hasil rapat, Unsulbar untuk sementara tidak memilih kecamatan Binuang sebagai lokasi KKN Gel.3. Ini bermakna Desa Batetangnga tidak menjadi lokasi KKN Unsulbar Gel.3. Insya Allah, KKN Unsulbar Gel.3* akan dilepas oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 16 February 2014, di Majene.

    Dengan demikian, usulan di atas mungkin akan terealisasi pada KKN Unsulbar Gel.4 atau gelombang selanjutnya. Itupun jika LEON-CS setuju. Bukan begitu?

    *Unsulbar dalam hal ini P2KKN telah memutuskan bekerja sama dengan program pemberdayaan masyarakat, “Bangun Mandar”, yang disponsori oleh Pemprov Sulbar dengan nilai milyaran rupiah, sehingga keluhan kesulitan dana dari mahasiswa KKN Unsulbar Gel.2 dalam rangka membiayai program kerjanya kemungkinan besar bisa diatasi...

    Inilah Cara Menulis Berita Bagi Jurnalis Pemula




    30 Januari 201 pukul 21:54

    Akhirnya saya  menemukan rujukan yang pas belajar menulis berita bagi wartawan pemula. Meskipun sebenarnya banyak juga rujukan lain yang bisa dicari di mbah google

    Bagi yang selama ini mengalami kesulitan menulis berita, tidak cukup hanya memahani 5 W + 1 H dan piramida terbalik. Latihan menulis terus menurus adalah cara alamiah untuk meningkatkan kualitas tulisan.

    Berikut adalah artikel rujukan yang saya maksud. Berasal dari blog wartawan senior asal Sumatera Utara, yaitu Jarar Siahaan. Selamat membaca

    Menulis Berita Bagi Reporter Pemula :
    Beberapa teman seprofesi saya, redaktur di koran lokal terbitan Medan dan juga suratkabar nasional di Jakarta, dalam kesempatan berkomunikasi via telepon sering mengeluhkan sulitnya mencari reporter yang mampu menulis berita dengan baik. “Waktu direkrut, dia mengerti dan tahu menjelaskan apa itu 5W1H dan piramida terbalik, tetapi setelah beritanya ditulis, pusing saya membacanya karena tidak jelas apa maksudnya,” kata seorang teman wartawan yang pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi di sebuah koran harian. “Lalu kalau dia tidak mengirim berita, alasannya karena tidak ada berita yang menarik untuk diliput.”
    Tidak tahu teknik menulis berita dengan baik, dan tidak mengerti bagaimana cara mencari berita yang layak-tulis. Masalah ini saya pikir terjadi di semua daerah di Indonesia, banyak koran mengalaminya. Apalagi jumlah media cetak semakin banyak sementara orang yang benar-benar terpanggil menjadi wartawan sangatlah sedikit.

    Di bawah ini saya bagikan beberapa tips jurnalistik dari pengalaman saya selama 15 tahun lebih menulis berita di koran dan situs Internet. Sekarang untuk level reporter pemula, dan nanti di kesempatan lain saya akan menulis tips dan teknik jurnalistik untuk tingkat redaktur agar tidak “ditokoh-tokohi” reporter.

    Tips jurnalistik dasar bagi wartawan pemula: bagaimana menulis berita yang baik untuk koran

    #1: Menulis dengan jujur.
    Fakta tidak boleh dipelintir. Opini dan penafsiran harus ditulis dalam alinea yang berbeda. Boleh tidak netral, tapi harus independen.
    Berbohong dalam berita adalah dosa terberat wartawan. Jika jumlah aktivis LSM yang mendemo bupati hanya puluhan orang, jangan tulis ratusan atau ribuan orang. Berita bohong seperti ini sangat sering muncul di koran-koran daerah, terutama menyangkut liputan pilkada.

    Jika harus menulis interpretasi atas sebuah fakta, tuliskanlah di paragraf terpisah, dan tunjukkan secara jelas kepada pembaca supaya mereka tahu mana yang fakta dan mana opini atau penafsiran si wartawan.

    Reporter yang meliput berita di lapangan harus bersikap independen terhadap semua pihak yang terkait dengan topik tulisannya. Berikan kesempatan yang sama bagi semua narasumber untuk menjelaskan versi mereka, jangan memvonis kebenaran. Wartawan boleh tidak netral, misalnya kalau harus memihak pada rakyat yang jadi korban penindasan penguasa, namun harus selalu independen dengan memberikan kesempatan pada penguasa untuk berbicara.

    #2: Tanda Baca koma dan pola piramida terbalik.
    Berhati-hatilah menggunakan tanda baca koma. Bila salah penempatan, maka redaktur di kantor redaksi bisa salah memahami laporan anda. “Amir memukul, Budi ditangkap polisi” (yang memukul ialah si Amir, kok malah Budi yang ditangkap) adalah berbeda maknanya dengan “Amir memukul Budi, ditangkap polisi” (ini benar, yang ditangkap adalah Amir).

    Menulis berita biasa haruslah dalam format piramida terbalik. Yang paling penting di bagian paling atas; alinea-alinea di bawahnya semakin kurang penting. Saya sering membaca berita koran daerah yang memuat nama-nama pejabat yang menghadiri sebuah acara seremonial pada alinea kedua atau ketiga, padahal inti beritanya justru di alinea kelima atau bahkan menjelang akhir.

    #3: Catat dengan detail. Dengarkan dengan cermat. Rekam, jangan andalkan ingatan.
    Saya sering melihat reporter koran yang baru beberapa tahun bekerja melakukan wawancara atau liputan berita di lapangan dengan tidak mencatat sama sekali! Manusia dengan otak super! Bahkan hanya duduk di warung kopi dengan jarak seratusan meter dari lokasi demo atau acara seremonial yang akan jadi topik beritanya. Tapi sepulang meliput, dia bisa dengan santai menulis berita di komputer warnet, tanpa takut sedikit pun bahwa kemungkinan ada data dan fakta yang salah-tulis.

    Wartawan pemula sering malu untuk bertanya, “Pak Kadis, ejaan nama Bapak yang benar Jhonny atau Joni atau bagaimana?”
    Kalau narasumber mengucapkan kalimat dengan makna ganda atau kurang jelas, tanyakan kembali dan tegaskan. Jangan sampai yang dia maksud adalah “Polisi belum akan memeriksa dia” tapi anda tulis dalam berita sebagai “Polisi tidak akan memeriksa dia”.

    #4: Tulis dalam kalimat yang jelas, lengkap, dan jernih.
    Redaktur koran harian akan membiarkan naskah berita reporter yang ditulis dengan kalimat yang membingungkan, karena dia dikejar tenggat menyelesaikan halamannya. Kalau anda menulis berita kriminal tentang mencuri, maka sebutkan sejelas-jelasnya SIAPA yang mencuri, SIAPA yang menjadi korban, dan APA yang dicuri. Jangan anda malah asyik menulis BAGAIMANA pencurian itu terjadi, atau ajakan kapolsek agar warga melakukan ronda malam.
    Yang paling mendasar dalam sebuah berita biasa ialah APA dan SIAPA, baru kemudian DI MANA, KAPAN dan yang lainnya. Jangan tulis “Menurut Amir, bla-bla-bla…” tanpa anda jelaskan siapa itu si Amir; apakah dia demonstran, penonton aksi demo, atau pendukung pihak yang didemo.
    Sering saya melihat pembaca koran menggerutu, “Apa maksudnya berita ini, tak jelas.” Berita mesti ditulis dengan kalimat yang jernih. Susunlah kalimat-kalimat tunggal, dan sebisa mungkin hindari memakai anak kalimat jika hal itu berpotensi membuat pembaca bingung.

    #5: Fokus pada topik berita. Jangan melebar ke sana-sini.
    Sejak meliput dan wawancara di lapangan, reporter koran sudah harus tahu apa topik atau sudut pandang laporannya. Bila memilih “nasib guru honorer berupah kecil”, maka temuilah pihak-pihak yang terkait dengan isu tersebut. Selain wawancara dengan guru, tanyai juga kepala sekolah, pejabat Dinas Pendidikan, anggota DPRD dari komisi yang membidangi pendidikan, pensiunan guru, dll. Jangan malah anda hanya mengutip komentar aktivis LSM karena dia punya saudara yang baru diputus-kontrak sebagai guru honorer.

    Kalau misalnya anda kesal melihat seorang pejabat yang suka berindehoi di kafe-kafe malam, maka liputlah itu secara khusus dan jangan selipkan pada berita bertopik lain, “Ditanya mengenai dugaan korupsi stafnya, Kepala Dinas yang sering berdisko di Tenda Biru ini mengatakan….” Terlalu nampak ‘kali tak dikasih amplop. Malu kita sebagai wartawan.

    #6: Tulis dengan proporsional, jangan berlebihan.
    Ini kelemahan banyak reporter koran di daerah. Fakta yang diaperoleh dari narasumbernya, katakanlah kejaksaan, adalah bahwa Kabag Umum sedang diselidiki terkait kasus dugaan penggelembungan dana pembelian seprai dan gorden rumah dinas bupati. Tapi kemudian ditulisnya dalam berita “Tapanuli Utara sarang korupsi”. Jika anda ingin menulis berita Tapanuli Utara sebagai sarang korupsi, maka beberkanlah sekian banyak data kasus korupsi di daerah itu.
    Ada wartawan koran menulis berita “Dengan arogannya Camat menjawab via telepon bahwa…” hanya karena si narasumber berbicara ketus-ketus.
    Sebaliknya reporter lain yang baru mendapat amplop tebal dari pejabat mengirim naskah berita ke redaksinya “Bupati yang sangat dicintai rakyatnya ini mengatakan…,” padahal si bupati baru saja ditetapkan sebagai tersangka korupsi dan beberapa kali didemo warga.

    #7: Periksa kalimat kutipan, pernyataan off the record, konfirmasi, dan “ucapan di kedai kopi”.
    Jangan biarkan beritamu memiliki celah untuk digugat ke pengadilan. Jika harus menulis kalimat langsung, maka tulislah seperti apa adanya diucapkan oleh narasumber. Bila dia mengucapkan kalimat dalam bahasa daerah, misalnya bahasa Batak, telitilah saat menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
    Saat melihat catatan atau mendengar rekaman wawancara, jika anda bingung atau lupa mana bagian informasi yang merupakan pernyataan off the record (tidak untuk ditulis) dan mana yang bukan, tunda dulu menuliskan bagian itu sebelum berhasil mempertanyakan kembali pada narasumber berita.
    Si A menuding si B. Apakah anda sudah melakukan konfirmasi pada si B? Jika belum, jangan dulu menulis berita itu. Kalaupun harus, karena alasan-alasan tertentu, seperti deadline atau faktor kemenarikan topik berita, maka samarkanlah secara total identitas si B. Kalau si A menuding si B dalam tiga hal, maka konfirmasinya tidak boleh hanya menyangkut satu hal.

    Wartawan koran duduk-duduk santai bersama pejabat dan politikus di kedai kopi, lalu ada seorang pejabat yang melontarkan pernyataan menarik, kemudian si reporter mengutip kalimat tadi dalam beritanya dengan menuliskan nama si pejabat. Jangan lakukan yang begini. Anda harus kembali menemui si pejabat untuk meminta izin apakah kalimatnya itu boleh anda kutipkan ke dalam berita.

    #8: Yang terakhir, dan ini sangat mendasar: Patuhilah kode etik jurnalistik yang melarang wartawan melakukan plagiat atau menjiplak.
    Jangan kira jika anda mengutip beberapa kalimat berita dari koran lain, atau menyadur bahan dari Internet, maka hal itu tidak akan ketahuan. Percayalah, cepat atau lambat akan ada pembaca yang komplain dan menyampaikannya kepada redaksi anda di kantor. Jika begitu, karir kewartawanan anda sudah sedang di ujung tanduk. Redaktur anda akan wanti-wanti untuk menerbitkan berita yang anda laporkan, dan koran lain pun akan berpikir keras untuk menerima lamaran dari wartawan tukang jiplak.

    Saya punya pengalaman soal ini. Dulu di sebuah koran mingguan, di mana saya menjadi pemimpin redaksi, ada seorang redaktur saya yang menulis ulasan mengenai ulos Batak “sepanjang air sungai mengalir” alias sangat-sangat panjang. Tulisan itu terbit beberapa edisi, dan memakan ruang satu halaman penuh. Pada edisi kedua, ada seorang pembaca mengirim email kepada saya, dan ada dua orang lainnya yang menelepon langsung ke ponsel saya. Mereka komplain dan mengatakan bahwa artikel perihal ulos Batak itu adalah plagiat alias dijiplak dari situs blog di Internet, dan bukan karya si redaktur.

    Memang pada tulisan itu, di bawah judulnya, tertulis “oleh…” (tanda titik-titik adalah nama si redaktur), tanpa keterangan sedikit pun bahwa karya tersebut dikutip dari sejumlah blog Internet. Bahkan dengan beraninya si redaktur menulis kredit-foto pada gambar-gambar ulos: “Foto oleh…” (juga tertulis namanya).
    Setelah saya cek dan benar bahwa semua isi artikel dan foto itu adalah karya cipta milik beberapa blogger di Internet, pada koran edisi berikutnya saya menambahkan keterangan di bawah judul: “Dikutip dari berbagai sumber di Internet”. Seharusnya saya hendak menulis alamat-alamat blog yang dikutip, tapi ada alasan tertentu sehingga tidak jadi.

    Beberapa hari kemudian dalam rapat redaksi, si redaktur malah protes pada saya. “Mengapa Pemred bikin begitu. Itu sama saja telah melecehkan saya. Berhari-hari saya mencari bahannya dan menggabungkannya menjadi satu tulisan,” katanya.
    Bah, makjang! Sudah ketahuan menjiplak tapi masih berkelit pula. Yang dilecehkan itu sebenarnya siapa: dia atau blogger si penulis asli? Tidak lama kemudian, setelah muncul kesalahan-jurnalistik lain dalam tugasnya sebagai redaktur, akhirnya saya memecat dia dan mencari redaktur baru. » Jarar Siahaan dotcom.


    Sumber : 

    PERPISAHAN KKN UNSULBAR



    23 /12 2013
    PERPISAHAN KKN UNSULBAR 


    Oleh Ridwan

    Dalam kegiatan perpisahan KKN Unsulbar dengan para tokoh-tokoh masyarakat di Rawa Lumalan pada malam tersebut mengundang kesan yang banyak, selama kurang lebih 60 hari di batetangnga tentu punya banyak kesan yang bukan saja dirasakan oleh para calon sarjana tersebut dari KKN Unsulbar tapi dari masyarakat pun tidak luput dari kesan-kesan yang tentunya berbeda-beda.
    Seperti yang disampaikan oleh oleh kordes KKN Desa Batetangnga mengatakan bahwa banyaknya kesan dan ilmu yang kami dapat dari Desa ini yang sangat menyambut baik mulai dari anak kecil sampai kepada orang tua  selama berada di desa batetangnga ini dan merasa orang yang paling beruntung berada didesa ini, dan juga tidak lupa menyinggung Lintas pemuda batetangnga yang banyak memberikan Bantuanya baik berupa Sumbangan Ide, dan tenaga sehingga dalam pelaksanaan kegiatan kerja KKN dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua.


    Senada apa yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat batetangnga juga mengatakan dalam kesan dan pesan disela-sela acara tersebut mengatakan “sangat berterima kasih kepada semua kerabat kerja dari civika akademika yang mau memberikan kepercayaan kepada batetangnga untuk ditempati ber KKN dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada KKN UNSULBAR atas kerja kerasnya selama ini untuk melaksanakan program kerjanya karena pa usman menilai usaha yang keras yang dilaksanakan oleh KKN sudah sangat cukup dari apa yang  memang masyarakat harapkan begitu juga apa yang dikatakan dengan Kepala Desa Batetangnga Sumaila Damang dalam sambutan mengatakan sangat bersyukur karena KKN Unsulbar yang pertama masuk di desa ini banyak memberikan mamfaat yang besar bagi masyarakat batetangnga dan semoga balasan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat bernilai ibadah Oleh tuhan yang maha esa.


    Dalam sambutan kordes juga tidak lupa menyampaikan pandangan kepada masyarakat batetangnga  bahwa Batetangnga sangat berpotensi untuk mendatangkan wisatawan dari mancanegara karena dengan melihat kondisi dan masyarakat disini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai daerah wisata ujar kordes jurusan hubungan Hubungan internasionaltersebut.


    Dalam acara perpisahan ini pun pihak dari KKN tentunya memberikan berbagai kenang-kenangan bagi para peserta lomba, pemerintah Desa dan LPB memberikan kenang-kenangan sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat batetangnga yang telah menyambut baik kedatangan KKN dan tidak lupa juga mengucapkan banyak-banyak mengucapkan permohonan maaf atas apa telah diperbuat.
     

    Lintas Pemuda Batetangnga

    Lintas Pemuda Batetangnga
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Imformasi Seputar Batetangnga - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger